Majelis Ulama Indonesia membuat rekomendasi untuk melarang konser Lady Gaga tanggal 3 Juni 2012. Ada empat alasan berdasarkan situs detik :

1. Konser Lady Gaga bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegera, bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan norma agama.
2. Lady Gaga merupakan ikon pornografi dan liberalisme yang bertentangan dengan UUD 1945.
3. Rencana konser ini menyebabkan pro-kontra yang menguras energi bangsa secara tidak produktif serta berpotensi konflik horizontal yang mengusik ketenangan dan menggangu ketenangan dan ketertiban masyarakat.
4. Konser tersebut mengumbar hedonisme, mematikan kesetiakawanan sosial dan rasa solidaritas sebagai warga bangsa. Sementara masyarakat Indonesia dalam kondisi kesulitan ekonomi.

Gue sejujurnya kaget membaca alasan dari MUI dan bukannya menyalahkan tetapi larangan MUI memberikan kebingungan yang cukup mengganggu. Apa alasan konser lady gaga mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara sampai bertentangan dengan undang-undang dasar 45? Jika dibaca lebih lanjut pada artikel detik ini, alasan yang Gue terima adalah  baju lady Gaga yang biasanya seksi. Malah di video ‘You and I’ atau ‘Telephone’, Lady Gaga hanya menutupi payudara beserta daerah vaginanya alias hanya memakai pakaian dalam saja.  Tetapi jika promotor sanggup meyakinkan Lady Gaga untuk tampil dengan pakaian yang lebih baik, seharusnya konser tanggal 3 Juni ini sah-sah saja. Hal lain yang membuat Gue merasa tanggung dan bingung adalah rasanya penyanyi dangdut atau bintang film hantu juga yang berpakaian minim tetapi mengapa tidak dikomentari oleh siapa saja ya seperti Lady Gaga. Tidak harus MUI, tetapi bisa juga umat muslim lainnya.

Mengapa Lady Gaga berbeda? Jangan bilang karena dia adalah orang Amerika Serikat yang dituduh membawa paham liberalisme karena kewarganegaraannya. Gue mengemukakan ini karena MUI mengatakan bahwa Lady Gaga itu ikon pornografi dan liberalisme. Kalau Lady gaga itu porno memang benar sepertinya tetapi membawa paham liberalisme ini yang membuat Gue bertanya-tanya.

Alasan ketiga mengenai pro kontra bisa dimaklumi lebih mudah daripada dua alasan MUI melarang Lady Gaga konser di Indonesia. Dari media masa tersiar kabar bahwa FPI akan melakukan aksi menentang Lady Gaga dan biasanya mereka serius untuk aksi-aksi seperti ini. Nah, alasan terakhir tentang mengumbar hedonisme itu yang lagi-lagi mengundang pertanyaan dari Gue. Apanya yang mengumbar hedonisme? Ketidaksekawanan karena apa? Rasanya Lady Gaga tidak pernah membuang-buang uang dalam video dia atau memakai mobil mewah seperti beberapa penyanyi rap dan korea.

Sejujurnya hal yang paling membuat Gue bingung adalah jika MUI melarang seorang artis seksi seperti ini, seharusnya banyak artis yang juga terkena larangan. Jika konsisten untuk keempat alasan itu maka pernikahan Anang dan Asanty juga seharusnya dilarang untuk dipertontonkan ke umum. Gue rasa pernikahan itu bisa mengacu kepada poin ke empat. Super junior atau artis korea yang operasi plastik juga seharusnya dilarang karena setahu Gue operasi plastik seperti itu bertentangan dengan norma agama. Tentu saja semua artis berpakaian seksi di film hantu atau konser dangdutan juga perlu dilarang. Pakaian seksi lady gaga ditentang begitu juga dengan yang lain.

Bisa jadi Gue salah berpendapat tentang Lady Gaga ini. Karena itulah dikemukakan untuk sekedar memuaskan pikiran yang ingin tahu kebenaran juga konsistensi dari pelaksanaan kebenaran itu sendiri.

Forty-thousand frappucino at Starbucks

I have been working at home since last year and sometimes I need to ‘rent’ a table on restaurant to finish my tasks. My favorite place based on price is daily food hall setiabudi and if the parameter is  comfortability, it is absolutely Starbucks.

But I have got bad experience on Daily Food Hall on May 9th 2012.  I had stayed on table for 2-3 hours as usual. My food was nasi goring with mineral water. One waiter came to me and I still wear headset before he poked me.

“Mas, tolong tempat duduknya share sama yang lain ya.” He said and in english “please share your fucking seat to others.” His face was really unfriendly to me.

I saw around, the place was crowded and only my table was free for one or two more people. My plate was taken by another servant so I looked as person who buy one mineral water and sit in for long time.  I knew the waiter is not wrong but there is no fucking sign that I have time limit for seating.

I never get inconvenient attitude from any waiter at Starbucks. Even through I sit for four or five hours, no body shows complaint to me or No body takes away my empty glass or plate. It is really nice place for working and I just feel worthy to pay forty thousand rupiah just for one glass frappucino.

Yeah Starbacks, Take My Money because you give awesome comfortability.

 

 

Satu tahun sudah Gue ‘dirumahkan’ oleh pekerjaan Gue. Tidak dalam rangka memperingati 1 tahun bekerja di rumah, Gue mencoba menulis 10 hal atau pengalaman selama bekerja tidak di kantor

  1. Nikmatnya kebebasan hanya 1 bulan diawal. Sebelumnya Gue bekerja di sebuah kantor di daerah serpong dan satu kata setelah tidak perlu ke kantor lagi adalah BEBAS!. Ketika membuka mata tidak peduli jam berapa dan bisa menonton televisi atau kegiatan berleha-leha lainnya di waktu ketika bangun. Gue tidak menyebutkan pagi karena bangun itu tidak selamanya pagi hari.  Namun setelah sebulan rasanya tidak enak. Bangun tidur itu sepi dan sampai sore hanya melihat komputer saja.
  2. Lebih sulit mengatur waktu. Ini lah salah satu kelemahan untuk Gue dalam bekerja di rumah. Rasa malas itu luar biasa di setiap pagi hari. Apalagi ketika deadline masih satu bulan lagi ditambah setiap bangun di siang hari dan sendiri. Tidak ada suasana kerja di kantor atau bos yang memaksa untuk bekerja lebih disipilin.
  3. Kangen keramaian.  Ngobrol adalah hal yang sangat mahal untuk Gue. Kadang Gue kangen dengan obrolan pria dewasa seperti berbicara dada julia perez atau kisah jajanan di puncak. Sejujurnya bukan karena temanya namun lebih kepada tertawa, hal yang ketika tidak dirasakan lagi baru menyadari besarnya manfaatnya.
  4. Bisa berolahraga.  Jika kenal Gue maka jangan langsung ingat perut seksi Gue untuk poin ini. Yap, kerja di rumah membuat pekerjanya mempunyai waktu yang lebih fleksibel untuk hal-hal positif. Jadwal fitnes bisa pagi, siang atau sore contohnya. Gue juga sambil bersepeda sehingga kapanpun asal matahari tidak panas kemungkinan bersepeda akan lebih besar. Walaupun pada kenyataan Gue tetap terhitung jarang berolahraga tetapi setidaknya lebih sering dari sebelumnya.
  5. Stok kemeja tidak bertambah.  Di awal bekerja di kantor, Gue mempunyai empat potong kemeja dan dua celana bahan. Setelah 8 bulan bekerja di rumah, stok masih sama alias tidak berubah. Hal lain adalah kecuekan akan penampilan semakin tinggi karena tidak ada tuntutan untuk berpenampilan spesifik.
  6. Minum kopi lebih banyak. Ini bisa jadi efek buruk yang lain apalagi ditambah merokok. Kopi sebenarnya tidak sehat jika berlebihan. Yah semua begitu, berlebihan emang tidak baik. Kerja di rumah mendorong untuk mengkonsumsi kopi lebih dan kadang tidak nyaman untuk bagian dada atau perut. Dan sejak Gue bekerja di rumah, sepertinya Gue sudah mencoba semua jenis kopi kemasan. ABC susu, indocafe dan gooday mochacino deretan merek yang paling asik rasanya. Kali aja ada marketing salah satunya nyasar ke blog Gue sehingga Gue bisa jadi bintang iklan kopi.
  7. Menyadari manfaat tidur malam. Setelah cukup lama tidur teratur dengan bangun menjelang zuhur, Gue menyadari akan manfaat tidur malam. Hubungannya adalah mengetahui bahwa tidur malam itu penting dan jika tidak dilakukan akan berefek nyata dalam stamina dan produktivitas. Bokap Gue mengatakan adalah keharusan untuk tidur dalam rentang waktu pukul sebelas malam hingga menjelang jam 3. Tidur 4-5 jam di waktu itu akan lebih baik daripada waktu lain walaupun lebih lama lagi. Pada akhirnya Gue (sempat) berhasil untuk tidur teratur dan badan memang terasa lebih baik.
  8. Uang itu dipakai bukan disimpan saja. Ketika Gue bekerja di rumah, Gue belajar bagaimana uang itu sebaiknya digunakan dalam praktik nyata. Terlalu hemat itu tidak baik dan terlalu boros juga. Iya, segala berlebihan itu memang hampir pasti tidak bagus namun hal ini akan disadari jika sudah dialami. Setelah diradang stress, Gue akhirnya tidak mengontrol budget untuk makan. Jika ingin makan sesuatu ya makan saja. Pernah satu waktu, ngopi+kue di starbucks untuk sarapan, makan siang steak lalu sore menjelang malam sushi. Kemudian dengan sendirinya Gue belajar untuk kontrol uang. Cara Gue simple, Gue bagi dua untuk awal bulan hingga tengah lalu tengah hingga akhir. Intinya bukan di teknis tetapi bagaimana mengatur keuangan agar hidup lebih baik saja. Tidak terlalu pelit atau boros namun pandai dalam menggunakan uang untuk hidup yang lebih nikmat.
  9. Good Stalker. Berapapun survey rata-rata waktu kunjungan ke facebook di internet, sepertinya Gue akan diatas rata-rata itu. Yap, facebook juga twitter adalah media yang selalu bisa mengusir kebosanan dalam jangka pendek. Karena jangka pendek maka makin seringlah Gue membuka facebook. Sebuah analisa yang jenius.. Hmmm. Tetapi lumayan bermanfaat untuk mengamati tingkah manusia. Kalau tidak salah ilmunya antropologi. Ada banyak orang yang mengungkapkan emosi senang, sedih apalagi galau di media sosial. Facebook bener-benar dapat membantu dalam mengenal seseorang lebih baik lagi. Jika ada teman curhat, Gue merasa bisa mendengarkan lebih baik. Setidaknya jika dibandingkan daripada sebelumnya.
  10. Tidak ada yang lebih baik.  Banyak yang iri dengan pekerjaan Gue tetapi sebaliknya terkadang Gue iri sama orang yang bekerja di kantor. Menyenangkan rasanya bertemu orang-orang, bisa main paintball sekantor atau cuci mata dengan baju kantor wanita yang seringkali seksi. Sejujurnya bagi Gue tidak ada yang lebih baik. Benar-benar ada plus minusnya. Pekerjaan itu jika menyenangkan untuk diri sendiri maka di rumah atau di kantor tidak akan menjadi parameter penting.

I went to Bogor on thursday morning with commuter line. There is common transport line from my home to station: kopaja until cassablanca tunnel then angkot 44 to train station.

I was alone as passenger in 44. There were terrific traffic jam at opposite way and I felt very lucky in the good traffic jam.

There is U-turn before Tebet train station and I usually drop there. I wondered why a lot of people waited exactly before U turn.

The answer is more than 20 people fight for less than 15 angkot’s seats. I hardly got off from angkot because of 5 people struggled for 2 front seats. I imagined they had to face bad traffic maybe for 1 hour to reach only 1-2 km.

What a reminder how hard life in jakarta if we had bad income. I got my ticket and waited my train. I saw economic train from bogor captured in this post.

A warning now : I must be hard-working worker to get comfortable life in this city.

Gue menyantap bebek cabe hijau dalam keadaan sangat lapar ketika siang hari menjelang kenaikan harga BBM. Ketika membawa sepiring bebek cabe hijau lengkap dengan sayuran dan tempe, pikiran sudah tidak sabar lagi menikmati kelezatannya. Sialnya ketika duduk  dihadapan Gue ada televisi yang menyiarkan sidang paripurna DPR yang membahas kenaikan harga BBM. Diawali gambar Pak Marzuki Ali selaku ketua sidang yang sedang mengatur urutan fraksi untuk berbicara. Nada suaranya mulai memberikan efek negatif ke nafsu makan Gue. Suara beliau tidak terlalu tegas dan terkesan agak malas memimpin sidang. Sejujurnya Gue merasa salah dengan penilaian negatif ini namun apa daya hal ini sulit dihindari.

Diawali oleh fraksi PAN yang sejujurnya tidak terlalu buruk. Gue berpendapat cara membawakan pendapat oleh juru bicara PAN pada awalnya bagus dan mengacu ke undang-undang. Namun ada hal yang membuat Gue kaget. Ada siulan ‘hooooo’ dari anggota sidang yang lainnya ketika indikasi PAN sejutu dengan pemerintah. Begitu juga ketika fraksi PKB menyampaikan pendapat mereka, kembali siulan tidak perlu itu terdengar. Yang sejujurnya lumayan menggangu adalah dari pembacaan pendapat oleh partai PKS. Beliau terlihat seperti orasi daripada menyampaikan pendapat di sidang yang ditonton oleh banyak warga Indonesia. Poin pikiran Gue adalah ini sidang bukan medan perang. Ini sidang untuk berdiskusi bukan tempat orasi untuk meluapkan emosi. Hal yang lebih penting adalah masyarakat tau apa pendapat partai PKS dan bukan emosi beliau. Atau jika ucapan Allahu Akbar itu di akhir pembacaan mungkin emosi keislaman beliau akan lebih baik diterima oleh otak Gue.

Entah mengapa selera makan Gue mulai berkurang. Rasa lapar diganti dengan agak lemas dan tidak terlalu ingin untuk makan. Pikiran-pikiran yang mengarah ketakutan datang tidak diundang. Apalagi melihat dua layar yang kiri menunjukan masyarakat panas dan terik berorasi sementara di sisi kanan ada anggota dewan duduk santai sambil tertawa kecil.

Gue takut apakah nantinya uang akan membuat idealisme menurun. Gue takut menjadi kebingungan sehingga berprilaku munafik karena kepentingan partai. Ini cerita agak klasik, idealisme akan pudar ketika uang dan jabatan datang menghampiri. Gue membayangkan berada di posisi anggota DPR di televisi. Apakah Gue sanggup tetap menjaga idealisme sebagai wakil rakyat atau setidaknya tetap bersikap sopan? Apakah Gue juga sanggup berbicara dengan bahasa yang terstruktur serta emosi yang stabil sehingga rakyat dapat fokus memahami pendapat partai? Dan apakah Gue sanggup menjadi anggota DPR yang jujur dimulai dari awal pemilihan hingga selesai menjalani tugas sebagai penyampai suara rakyat.

Dari gambaran media massa serta pendapat orang sekitar, menjadi wakil rakyat yang ideal itu sepertinya nyaris mustahil. Hal ini diperkuat dengan pendapat serta penyampaian pendapat yang kurang baik dari beberapa anggota dewan. Fakta atau opini ini menambah ketakutan Gue. Berarti sistem di Indonesia terutama sisi legislatif sangat rentan untuk malah membawa negeri ini mundur dan semakin buruk.

Untungnya bebek goreng cabe hijau dapat Gue habiskan. Semoga ketakutan ini dapat habis juga di masa depan. Siapa yang tidak ingin melihat Indonesia sejahtera? Anggota DPR walau bagaimanapun mereka terlihat juga ingin bangsa ini maju. Setidaknya ada keinginan entah sekecil atau sebesar apapun itu.

 

“Mas kenapa BBM harus naik ya?” tanya supir taksi.

Gue menggunakan taksi untuk menuju Kuningan dari Serpong. Jarak yang lumayan jauh ditambah macet sehingga seringkali ngobrol dengan supir menjadi keasyikan tersendiri. Ada beberapa pertanyaan ‘biasa’ seperti asal sekolah atau daerah sebelum pertanyaan  ’tidak biasa’ tentang BBM ini muncul.

Berpikir sebentar kemudian Gue berusaha menjelaskan sebaik mungkin. Penjelasan dimulai dari harga BBM yang dibeli oleh masyarakat ini lebih rendah daripada banyak negara lain. Sejujurnya Gue tidak terlalu mengetahui berapa harga seharusnya atau adakah harga standar untuk premium dan lainnya. Untuk menjaga harga terutama keperluan pokok masyarakat agar tidak terlalu tinggi, pemeritntah memerlukan uang puluhan triliun rupiah untuk mensubsidi harga minyak di seluruh indonesia.

“Yah diharapkan uang subsidi itu dapat digunakan, misalkan untuk pendidikan atau mungkin perbaikan jalan Mas.” Jawab Gue, sedikit berandai-andai dengan logika.

“Ohh gitu ya mas, yah kalau misalkan pendidikan makin bagus, saya nerima aja dinaikin. Asal ngga dikorupsi aja.”

Percakapan ini kira-kira 2 minggu sebelum banyak demo beredar untuk menolak kenaikan harga BBM. Gue jadi mengingatnya kembali karena kebingungan dengan reaksi anggota DPR atau mahasiswa. Ada yang bakar ban, mobil dan semoga tidak ada yang membakar diri kembali. Ada dua anggota DPR dari PDI-P yang turut ke jalan karena mereka merasa suara rakyat itu adalah menurunkan harga BBM. Ada juga yang marah dan berusaha ‘membunuh’ polisi dengan melempar batu karena isu bahwa rekan sesama mahasiswa tewas oleh polisi. Ada banyak spanduk yang berisi penolakan kenaikan harga BBM. Kalau dari Gue ada sebuah pertanyaan serius, “Tau dari mana suara rakyat itu BBM jangan dinaikin?”

Jika mengatakan suara rakyat Indonesia maka pikiran Gue menuju suara mayoritas rakyat Indonesia. Ada ilmu namanya statistik untuk mendapatkan gambaran suara mayoritas karena tidak mungkin bertanya ke ratusan juta rakyat Indonesia. Ada yang punya?  Kalaupun ada, apakah itu menggambarkan hal yang perlu? Jika mereka mengatakan rakyat kurang mampu tidak mau harga BBM naik maka hal ini sangat mengganggu pikiran Gue. Bob Sardino sampai Dian Sastro yang tidak akan bermasalah dengan kenaikan BBM juga pasti tidak akan suka dengan harga yang lebih tinggi. Sudah pasti masyarakat dengan daya beli yang lebih rendah juga menolak harga BBM untuk naik. Semua orang pasti tidak suka dengan kenaikan BBM namun semua orang bisa mengerti hal itu jika penjelasan dan realisasi dari penjelasan itu bagus.

Buat Gue, permasalahan utama bukan harga yang akan naik apalagi setelah mendengar tanggapan dari supir taksi. Jika harga minyak dunia terus naik atau anggaran pemerintah dalam zona defisit tentunya menaikan harga BBM adalah suatu tindakan yang logis. Masalahnya bisa jadi ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga legislatif. Gue berimajinasi jika jalanan diperbaiki, bangunan sekolah menjadi layak juga fasilitas umum makin memadai maka supir taksi atau nelayan juga akan menerima kenaikan harga BBM.  Rakyat Indonesia sepertinya sudah terlalu capek dan muak dengan berita negatif dari pemerintah. Apalagi tentang korupsi misalkan oleh Nazarrudin.

Jika uang kurang maka tinggal bekerja lebih keras. Jika sekolah rubuh, jalanan rusak atau banjir terus-menerus maka tinggal apa?

Kepada anggota legislatif, Tolong pastikan Evaluasi analisis pemerintah tentang kenaikan harga BBM berjalan baik bukan sekedar menolak saja dan tidak perlulah turun ke jalan. Ayolah teman-teman mahasiswa, mengapa harus ngelemparin batu atau bakar-bakaran?. Sebagai kaum calon pengubah bangsa, memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang dinamika harga BBM akan jauh lebih berguna daripada lempar batu.

If you were a journalist, you would have quick response to car’s alert like ambulance or police car. In the other condition, A journalist absolutely won’t think about how it will be happen if s/he watches someone moves to one planet to another one with teleport in movie. I won’t care about sound from ambulance but the teleport in the movie forces me to think how it happens. That all because of my bachelor degree in building physics And I don’t think the journalist has science or engineering degree before getting reporter job.

I just write about my imagination for how teleport works and it won’t be scientific explanation about the physics phenomena. Jhon Carter needs to speed up himself until light velocity for moving from earth to mars just in seconds. He does it in movie with beautiful ‘spider’ system. He touches a thing like bracelet and transform himself to new place called Bloosom.

Jhon Carter can jump highly because of (maybe) different gravitation force from earth in mars or called Bloosom in his movie. My question is not about why he is capable to do that but why only Jhon can do it? Another creature or tattoo people who are origin citizen of blossom can’t do it. A young and beautiful professor who will be partner in crime of Jhon at bed explains Jhon Carter can jump until 10 meter because he has really good bone structure.  I think It is not explaining everything.  How great bone structure can help Jhon to get enough acceleration to jump from ground to top of building?

Ah dafuq engineering physics degree. You make me think more when watching movie.

Some scene in the movie have to explain in physics and math corridor for my mind. One of example is how fast Jhon Carter action to attack hundred of enemy so he has no wound at the end of battle? You can play dynasty warrior to simulate my thought about it. I start to forget all needs of explanation when Jhon starts falling in love with beautiful princess. He has to cancel the princess’ wedding because the wedding will make bad condition for Mars. The best way to understand how dangerous the wedding is watching the movie!

Overall, I think the movie is really good. Disney team has made awesome and detailed animation for this movie. Acting of Jhon Carter is  well enough and the princess’ body is so hot. And I learn another love effect for man, Jhon wants to move from earth to mars because of hot princess.

 

I have had a project with blue owner in Jogyakarta. I came to the Sultan’s City alone and then I had more time to talk with blue. He is American , 30 years old and like my bos, his body isn’t commonly obese like other Fast-Food American eater. I guess at first time he is just rich and lazy owner. Sometimes he talked beautiful woman and clubbing. He said, “I can get any woman here Gio, but no one is beautiful enough for me.” What a bad-boy quote. After more time spending with him, I changed my opinion.

We talked about president first, not at first time but the first topic than I want to write on. “Being USA president is the worst job ever. My country is really mess now because of two wars. How come to fix a country in 2.5 years?” He explained almost first year is used to make good team for Obama’s goverment and last year for next president election. The story went on to Republic versus Democrat. “The logic is easy, you make good team and work with good way. There is no time for bad competitive and everybody has to let Obama does his job.”

He continued with SBY suddenly, “I think SBY is good. Economy grows well and yah he is really better than two previous President, Megawati and Gusdur. ” The blue boss told he has met Megawati once and though she was not good enough to be a president and blindness for Gus Dur was seriously handicap to manage a country.

I really surprised getting good conversation with him. We also talked about new discovering fungi that is capable to survive with eating plastic. “A new solution for plastic issue” he added. I thought he is really good in curiosity  even though his bad-boy appearance.

Negeri 5 Menara

Sejujurnya Gue belum baca novel Negeri 5 Menara  sebelum menonton filmnya. Mungkin karena itu Gue tidak terlalu mendapatkan kesan baik di film ini. Terlalu banyak hal yang mengecewakan setelah Afif merantau ke Pondok pesantren Madani. Beberapa bagian tidak terlalu realistis atau bisa dibilang ajaib.

Pertama, bagaimana seorang anak lulusan SMP di bandung mampu merakit mesin? Di dunia ini memang usia kadang melewati batas normal kemampuan seseorang. Tetapi manusia-manusia seperti itu punya cerita mengapa mereka mampu melakukan hal-hal luar biasa di usia muda. Ambil contoh Leonel Messi. Pemain bola super di usia muda. Ada yang mengatakan Messi itu sangat menyukai sepakbola dan dia berlatih di salah satu akademi sepakbola terbaik dunia. Setidaknya Messi ada cerita sebelum dia jadi pemain terbaik dunia. Bagaimana dengan Atang sang perakit generator di negari 5 menara? Jika ditambahkan cerita sebelumnya, mungkin akan lebih baik. Contohnya Atang itu anak dosen mesin ITB atau bapaknya adalah pemilik bengkel generator listrik.

Tidak jauh berbeda untuk pementasan seni bagi Alif dan kawan-kawan. Pementasan yang brilian tetapi tetap saja seperti sulap. Tiba-tiba kostum, alur cerita, koreografi atau latar panggung langsung jadi. Tidak ada cerita lebih detail lagi tentang persiapan pementasan seni itu selain pembelian es kering yang diangkut dengan becak.

Bagian yang terparah atau yang paling mengecewakan buat Gue adalah tidak ada keberhasilan utama untuk ‘Man Jadda Wa jada’. Man jadda wa jada berarti siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Selogan ini sepertinya menjadi roh dari film ini sampai ditulis di poster yang terpampang di bioskop. Namun Gue tidak merasakannya di film ini. Tidak ada satu pencapaian yang diceritakan dengan baik. Tidak juga tentang Alif yang berhasil mencapai eropa yang padahal sebelumnya dia bilang mau ke Amerika. Gue jadi ingat tentang Sang Pemimpi. Keberhasilan dua bocah ke perancis diceritakan dengan baik di film itu. Bagaimana dengan Negeri 5 Menara?

Gue mengakui pikiran negatif menyelimuti pikiran Gue dimulai ketika ustad salman memperagakan pemotongan kayu dengan pedang karatan. Dia mengatakan,”Tidak masalah pedang yang tumpul tetapi siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil.” Pikiran Gue langsung teringat ke kata-kata salah satu presiden Amerika Serikat, “Jika saya disuruh memotong pohon selama tujuh jam, 5 jam saya gunakan untuk mengasah kapak.” Gue memakai analogi dengan dua orang yang disuruh memotong kayu lalu diberikan dua parang yang tumpul dan karatan. Yang satu melakukan apa yang dilakukan ustad salman di film dan seorang lagi pergi mencari parang yang lebih tajam kemudian menyelesaikan lebih cepat. Siapa yang lebih bersungguh-sungguh? Dan siapa yang berhasil?

Mungkin jika Gue membaca novelnya terlebih dahulu, Gue akan mengerti akan kedahsyatan Man jadda wa jada dan dari awal film, pikiran Gue sudah sangat positif tentang film ini. Jika memang begitu, bagi Gue, berarti film ini hanya pemanis cerita negeri 5 menara. Hanya bentuk visualisasi dalam 2 jam namun tidak terlalu baik. Bagi Gue, yang baik dari film ini hanya akting Alif, Basho juga Ustad Salman. Mereka sangat baik dalam memerankan film.

The tittle is a movie name . Yeah, not like Iron Lady or maybe The artist, one day is not recognizable name for movie. I guess it is better to name ‘the one’ day instead of only ‘one day’. I won’t care about the grammar rules if I make mistake by writing The one day but it will be more movie name.

The movie is about July 15th. It is special day for Emma and Dexter who celebrate that day every year. They go holiday together, get screwed dinner and many other celebrations. Dexter is a famous and handsome TV presenter. He is so attractive and able to sleep with anyone, yeah beside the Iron lady.   His partner of love Emma is someone who works at restaurant at beginning and writer at almost the end. Emma likes an opposite of Dexter in sex appeal. She wants true love and seems to have sex with her true love.

“I want to get child with man who I love and if you won’t, I still do that with you.” One of Emma’s word in the movie. Even though Dexter gets married, has a doubter from  other woman or Emma makes relationship with romantic Wales pianist, She still loves Dexter and fortunately so does Dexter. Yap, they do it, sex and sex. Finally, Dexter and Emma get married and unfortunately for me, The hijacked DVD is crushed on couple minutes after their wedding, so I don’t know how the ending. Then, I make my own ending. Their Wedding is not the ending because one of them dies .

My ending is knowing one another point of love story. It is not always happy ending but when you love someone and you will feel it until the end of anything, no matter what will be happened between you and someone you loved. I see the happy face from Emma and Dexter when they together. I know it is an acting but I really know too when someone falls in love, happy face will up.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.