Majelis Ulama Indonesia membuat rekomendasi untuk melarang konser Lady Gaga tanggal 3 Juni 2012. Ada empat alasan berdasarkan situs detik :
1. Konser Lady Gaga bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegera, bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan norma agama.
2. Lady Gaga merupakan ikon pornografi dan liberalisme yang bertentangan dengan UUD 1945.
3. Rencana konser ini menyebabkan pro-kontra yang menguras energi bangsa secara tidak produktif serta berpotensi konflik horizontal yang mengusik ketenangan dan menggangu ketenangan dan ketertiban masyarakat.
4. Konser tersebut mengumbar hedonisme, mematikan kesetiakawanan sosial dan rasa solidaritas sebagai warga bangsa. Sementara masyarakat Indonesia dalam kondisi kesulitan ekonomi.
Gue sejujurnya kaget membaca alasan dari MUI dan bukannya menyalahkan tetapi larangan MUI memberikan kebingungan yang cukup mengganggu. Apa alasan konser lady gaga mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara sampai bertentangan dengan undang-undang dasar 45? Jika dibaca lebih lanjut pada artikel detik ini, alasan yang Gue terima adalah baju lady Gaga yang biasanya seksi. Malah di video ‘You and I’ atau ‘Telephone’, Lady Gaga hanya menutupi payudara beserta daerah vaginanya alias hanya memakai pakaian dalam saja. Tetapi jika promotor sanggup meyakinkan Lady Gaga untuk tampil dengan pakaian yang lebih baik, seharusnya konser tanggal 3 Juni ini sah-sah saja. Hal lain yang membuat Gue merasa tanggung dan bingung adalah rasanya penyanyi dangdut atau bintang film hantu juga yang berpakaian minim tetapi mengapa tidak dikomentari oleh siapa saja ya seperti Lady Gaga. Tidak harus MUI, tetapi bisa juga umat muslim lainnya.
Mengapa Lady Gaga berbeda? Jangan bilang karena dia adalah orang Amerika Serikat yang dituduh membawa paham liberalisme karena kewarganegaraannya. Gue mengemukakan ini karena MUI mengatakan bahwa Lady Gaga itu ikon pornografi dan liberalisme. Kalau Lady gaga itu porno memang benar sepertinya tetapi membawa paham liberalisme ini yang membuat Gue bertanya-tanya.
Alasan ketiga mengenai pro kontra bisa dimaklumi lebih mudah daripada dua alasan MUI melarang Lady Gaga konser di Indonesia. Dari media masa tersiar kabar bahwa FPI akan melakukan aksi menentang Lady Gaga dan biasanya mereka serius untuk aksi-aksi seperti ini. Nah, alasan terakhir tentang mengumbar hedonisme itu yang lagi-lagi mengundang pertanyaan dari Gue. Apanya yang mengumbar hedonisme? Ketidaksekawanan karena apa? Rasanya Lady Gaga tidak pernah membuang-buang uang dalam video dia atau memakai mobil mewah seperti beberapa penyanyi rap dan korea.
Sejujurnya hal yang paling membuat Gue bingung adalah jika MUI melarang seorang artis seksi seperti ini, seharusnya banyak artis yang juga terkena larangan. Jika konsisten untuk keempat alasan itu maka pernikahan Anang dan Asanty juga seharusnya dilarang untuk dipertontonkan ke umum. Gue rasa pernikahan itu bisa mengacu kepada poin ke empat. Super junior atau artis korea yang operasi plastik juga seharusnya dilarang karena setahu Gue operasi plastik seperti itu bertentangan dengan norma agama. Tentu saja semua artis berpakaian seksi di film hantu atau konser dangdutan juga perlu dilarang. Pakaian seksi lady gaga ditentang begitu juga dengan yang lain.
Bisa jadi Gue salah berpendapat tentang Lady Gaga ini. Karena itulah dikemukakan untuk sekedar memuaskan pikiran yang ingin tahu kebenaran juga konsistensi dari pelaksanaan kebenaran itu sendiri.



